| reporter kampus yang berkunjung ke kantor tv one sumut |
Tak pernah menduga akan diletakkan pada subdivisi yang katanya kuli tinta ini. Tapi setelah menjalani, berusaha menerima seikhlas hati dan mengikuti segalanya. Akhirnya aku mengambil kesimpulan bahwa menjadi reporter membuatku harus menerima banyak tantangan. Kenapa begitu?
Baiklah akan kuberitahu. Mungkin yang sudah kenal denganku cukup lama akan tahu bagaimana perubahan diriku sekarang. Penakut adalah Aku yang dulu (sekarang pun masih hahaha). Tak berani berbicara didepan orang baru, gemetaran jika ingin menyampaikan sesuatu bahkan tak memiliki bekal awal untuk menulis semacam liputan yang butuh bertemu orang baru untuk diwawancarai.
Hobiku dulu hanya menuliskan segala sesuatunya dalam diary. Hingga tersadar saat membaca tulisan yang dulu, sedikit jijik rasanya hahaha. Tapi tak apa, itulah yang dinamakan awal (sejak itu Aku suka menulis cerita bahkan mengarang sebebas-bebasnya, seenak jidat saja).
Baik, kembali ke topik semula. Kupikir, menulis itu hanya tentang bercerita. Nyatanya tidak. Aku harus mengumpulkan beberapa data untuk menjadi bahan tulisan. Dan itu harus data yang valid agar tulisannya kredibel. Sejak itulah bertemu dengan orang baru sudah menjadi terbiasa bagiku. Meskipun kegugupan selalu hadir di diri ini.
Apalagi ketika bertemu dengan orang nomor satu di kampusku. Kupikir akan sangat menegangkan, eh ternyata justru menyenangkan wkwk.
Lama kelamaan, suka duka menjadi reporter ingin sekali kutuliskan dalam bentuk episode di blog ini. Meskipun (masih) reporter sekitar kampus.
Lalu bagaimana gregetnya menjadi reporter dihari pertama?
Bersambung