Coba perhatikan baik-baik perasaanmu. Benarkah yang kamu rasakan itu cinta? Atau Cuma dorongan nafsu semata? Sebab yang kutahu, seringkali yang tak tampak itu menipu dirimu. Misalnya ‘cinta’ katamu. Kamu bilang, kamu jatuh cinta ketika pertama kali menemuinya. Ah benarkah? Apa yang pertama kali kamu lihat darinya? Wajahnya? Senyumnya atau setiap centi yang ada pada dirinya? Mengapa kamu begitu mudah menyimpulkannya?
Coba teliti lagi dengan perlahan-lahan. Dimana kamu letakkan apa yang kamu lihat? Di matamu atakah di hatimu? Jika mata, mata memang senang melihat yang indah-indah. Lalu bagaimana dengan hati? Benarkah sama rasanya? Jika sama, bertahan berapa lamakah rasa itu? Apakah akan hilang bila kamu temukan senyum orang lain yang lebih indah?
Sesungguhnya, kamu sering menipu dirimu. Setiap kali kamu mengatakan kamu jatuh cinta. Kamu tidak melibatkan Tuhan di dalamnya. Kamu hanya melibatkan nafsumu dan berusaha memberikan pembenaran atas rasa yang tumbuh. Kamu seringnya keliru. Melakukan ini dan itu dengan alibi kamu telah jatuh cinta. Jatuh cinta seperti apa yang kamu rasakan? Hanya dia yang berputar-putar di duniamu? Hanya dia yang kamu ingat setiap waktu? Lalu kamu letakkan dimana posisi Penciptamu, jika yang kamu ingat selalu hanyalah tentangnya?
Cobalah untuk sadar dan ubah pola pikirmu. Kamu harus melibatkan Dia ketika kamu bilang kamu jatuh cinta. Kamu tidak perlu bersusah payah mengatakan perasaan itu padanya. Katakan saja pada Dia. Kemudian berserahlah padaNya. Serahkan semua urusan hatimu kepadaNya. Jangan kamu simpan terlalu dalam di hatimu. Sebab hati manusia itu mudah sekali berbolak-balik. Pun mudah sekali rapuh.
Bila katamu, kamu jatuh cinta. Perhatikanlah cinta Khadijah kepada Rasulullah. Maknailah cinta Zulaikha kepada Nabi Yusuf dan Lihatlah kesungguhan cinta Fathimah kepada Ali bin Abi Thalib. Semoga kamu belajar sesuatu dari kisah-kisah umat terdahulu.
P.S
Jangan menyelam pada laut yang kamu tidak tahu dimana batasnya. Langkahkan saja kakimu menuju rumahNya. Jika Allah telah menuliskan takdir itu jauh hari sebelum kalian bertemu, maka kalian akan tetap bersama. Perbaiki terus dirimu. Biar yang baik-baik datang kepadamu. Kamu ingin jodoh yang baik, kan?